Wakil Bupati Halbar: Di Tanah yang Sama, Kita Bertemu sebagai Saudara

HALBAR, PKT — Aula Kantor Bupati Halmahera Barat, Sabtu (24/1/2026), menjadi lebih dari sekadar ruang seremoni. Di hadapan ratusan warga Sulawesi Selatan perantauan, Wakil Bupati Halmahera Barat Djudfri Muhammad berdiri menyampaikan pesan yang menyejukkan: tentang persaudaraan, keberagaman, dan Halmahera Barat sebagai rumah bersama.

Pada momentum pelantikan dan pengukuhan Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPD-KKSS) serta Pengurus Cabang Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (PC-IWSS) Kabupaten Halmahera Barat masa bakti 2025–2030, Djudfri tidak sekadar memberi sambutan formal. Ia mengajak seluruh hadirin merenungi makna hidup berdampingan di tengah perbedaan.

Bersama seluruh Warga KKSS & IWSS Halbar serta Forkompimda

“Halmahera Barat adalah rumah bersama. Rumah yang tidak dibangun oleh satu warna, tetapi oleh mozaik budaya Nusantara,” ujar Djudfri dengan suara tenang namun penuh penekanan.

Menurutnya, keberagaman bukan alasan untuk menjaga jarak, melainkan ruang untuk saling memahami. Ia menegaskan bahwa kebhinekaan tidak untuk diseragamkan, tetapi dirawat dengan kebijaksanaan dan rasa saling menghormati.

Pengukuhan pengurus KKSS dan IWSS Halbar sendiri berlangsung dalam suasana hangat dan sarat kebersamaan. Sejak dua hari sebelum acara, warga bergotong royong mendirikan tenda, menyiapkan dapur umum, hingga menyembelih satu ekor sapi sebagai hidangan bagi para tamu. Pemandangan itu, bagi Wakil Bupati, adalah cermin kedewasaan sosial masyarakat.

“Organisasi kerukunan seperti KKSS dan IWSS adalah jembatan hati. Identitas budaya tetap terpelihara, namun semangat persatuan tetap dijunjung tinggi,” tuturnya.

Di hadapan para tokoh daerah—mulai dari unsur Forkopimda, Sultan Jailolo Achmad Sjah, Dandim, hingga pimpinan instansi vertikal—Djudfri menekankan bahwa pemerintah daerah memandang organisasi-organisasi kerukunan sebagai mitra strategis pembangunan.

“Pembangunan sejati tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan fisik, tetapi dari tumbuhnya rasa saling percaya, kuatnya solidaritas sosial, dan terpeliharanya kedamaian,” katanya.

Secara khusus, Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS). Ia menyebut perempuan sebagai penjaga nilai, penenun kasih, sekaligus penopang peradaban.

“Dari tangan perempuanlah lahir generasi yang mengenal adab, toleransi, dan kemanusiaan dalam keberagaman,” ucapnya, disambut anggukan hadirin.

Di akhir sambutannya, Djudfri mengajak seluruh warga untuk menjadikan pelantikan ini sebagai ikrar bersama. Ikrar bahwa di atas perbedaan asal-usul, semua bertemu dalam satu tujuan; bahwa di tengah keberagaman suara, semua bersatu dalam satu irama pembangunan; dan bahwa di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia, semua adalah saudara sebangsa dan setanah air.

Pelantikan BPD KKSS Halbar dilakukan oleh Ketua BPW KKSS Provinsi Maluku Utara Hi. Rajman Makka, sementara PC IWSS Halbar dikukuhkan oleh Ketua PW IWSS Maluku Utara Ibu Imelda Ado, dengan Hj. Rosnaida sebagai ketua. Namun pesan yang paling membekas hari itu datang dari Wakil Bupati: tentang Halmahera Barat yang tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi ruang tumbuh bersama.

Dengan tema “Mali Siparappe, Malilu Sipakainge, Rebba Sipatokkong — Taro Ada Taro Gau, Siri’ Na Pacce’,” acara ini menegaskan bahwa persaudaraan bukan sekadar kata, melainkan laku hidup yang terus dirawat—di tanah Jailolo, di rumah bernama Halmahera Barat.